Beranda » BRI Mau Right Issue, Tebus Gak Ya?

BRI Mau Right Issue, Tebus Gak Ya?

Right Issue PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI sudah melewati tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD atau Cum Date di pasar reguler dan Pasar Negosiasi kemarin, 7 September 2021.

Untuk investor yang sudah memiliki saham BBRI nanti akan memiliki kesempatan untuk menebusnya di harga murah.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, bank pelat merah ini mematok harga pelaksanaan Rp 3.400 per saham dengan rasio 100 : 23.

Harga right issue ini masih terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan perdagangan pada Rabu 7 Agustus 2021 ini sebesar Rp 3,810 – Rp 3.750.

Pengamat pasar Saham MNC Asset Management bernama Edwin Sebayang menilai bahwa aksi korporasi BRI melalui right issue ini tentu saja akan memberikan dampak baik bagi kinerja perseroan.

Hal ini juga nantinya akan memicu pertumbuhan bisnis baru sehingga sangat layak untuk di akumulasi beli.

“Right issue yang akan dilakukan dengan size cukup besar dengan tujuan untuk inbreng akan berdampak bagus untuk BRI karena akan membuat asset BRI menjadi lebih besar, modal akan menjadi lebih kuat sehingga makin banyak bisnis lama dan baru bisa dilakukan dan pada akhirnya akan meningkatkan Revenue dan Net Profit BRI,” ujarnya belum lama ini

Karena, melalui right issue ini lah BRI menargetkan pendanaan sebesar Rp 41,2 triliun. Jika ditambahkan dengan penyerahan aset Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani atau PNM dari pemerintah, maka tambahan modal yang akan diperoleh oleh BRI adalah Rp 95,9 triliun.

Hampir separuh dari ekuitas BRI pada tahun 2020 yang jumlahnya mencapai Rp 194,7 triliun. Pemanfaatan dana segar yang dihimpun perseroan adalah sebesar Rp 95,9 triliun yang nantinya akan diperuntukkan perusahaan untuk membentuk Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM.

Hal ini disebut akan membuat ekosistem BRI di perbankan dan jasa keuangan mikro semakin komplit sehingga memberikan sentimen positif bagi para pemegang saham. Selain itu, dengan hadirnya website slot online terpercaya membuat perputaran ekonomi semakin besar lagi dikarenakan pemain saham yang telah bersiap untuk mengambil keuntungan dari saham ingin melipatgandakan uangnya dengan bermain judi slot dan menyuntikkan kembali modalnya kepada saham.

Sebagai informasi, harga pelaksanaan right issue BRI Rp 3.400 ini akan memberikan keuntungan bagi pemegang saham BBRI alias investor lama.

Karena, ada peluang bagi investor lama yang ingin menambah saham BBRI bisa memperoleh peluang membeli di harga right issue dengan rasio 100 : 23.

Misalnya, jika seorang investor ritel memiliki 10 lot atau 1.000 lembat saham BBRI, maka akan mendapatkan 230,12 HMETD. Namun karena pembulatan maka JMETD yang diteruma hanya 230 unit atau 2 lot ditambah 30 unit atau odd lot.

Setelah mendapatkan HMETD, bisa dieksekusi menjadi saham baru BRI dengan harga Rp 3.400 per sahamnya.

Harga ini tentu saja jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga saham BBRI yang terus bergerak di kisaran Rp 3.8—hingga Rp 4.100 dalam beberapa minggu terakhir.

Teknis cara menebus atau menjual saham right BBRI, investor bisa mengecek langsung ke sekuritas masing – masing. Setelah itu nasabah juga bisa membuka akun judi online di situs slot online terbaik untuk melipatgandakan hasil penjualan saham.

Beberapa sekuritas sudah menyediakan fitur di mobile apps nya untuk menebus atau menjual saham right. Jika sekuritas belum menyediakan, kemungkinan investor harus menggunakan cara manual melalui form.

Sebagai informasi, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD atau Cum Date di pasar tunai pada 9 September 2021.

Kemudian tanggal distribusi HMETD adalah pada 10 September 2021 serta pra pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 13 September 2021. Periode perdagangan HMETD adalah 13 hingga 22 September 2021.

rustacomrefas

Kembali ke atas