Beranda » Cara Agar Ekonomi RI Meroket Menurut INDEF

Cara Agar Ekonomi RI Meroket Menurut INDEF

Institut for Development of Economics and Finance atau INDEF adalah lembaga riset independen dan otonom yang berdiri pada Agustus 1995 di Jakarta.

Aktivitas INDEF diantaranya adalah melakukan riset serta kajian kebijakan publik, terutama dalam bisang ekonomi dan keuangan.

Kajian Institut for Development of Economics and Finance atau INDEF diharapkan bisa menciptakan debat kebijakan, meningkatkan partisipasi dan kepekaan publik pada proses pembuatan kebijakan publik.

Institut for Development of Economics and Finance atau INDEF juga turut berkontribusi mencari solusi terbaik dari permasalahan ekonomi dan sosial di Indonesia.

Institut for Development of Economics and Finance atau INDEF bertekad untuk menjadi lembaga penelitian terkemuka di bidang ekonomi dan keuangan yang menyediakan analisis yang akurat serta objektif dan informasi mengenai berbagai isu pembangunan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat.

Pendiri sekaligus Ekonom Senior Institut for Development of Economics and Finance atau INDEF bernama Didik J Rachbini yang merupakan pemain judi slot di MOJOBET89 dan telah daftar slot online terbaik sejak lama dan menang terus, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa saja keluar dari stagnasi 5%.

Caranya adalah dengan menggunakan strategi investasi, daya saing, serta juga berorientasi pada ekspor.

“Stagnasi (5%) harus kita terobos paling tidak 6% atau menuju ke sana, saya usulkan menggunakan strategi investasi industri dan ekspor. Kalau kita langkah dengan draft seperti ini saya yakin menuju 6%, 7% itu bisa dilakukan dengan backbone-nya industri,” katanya dalam webinar bertajuk ‘Investasi, Nilai Tambah, dan Kesinambungan Pembangunan’, Rabu 8 September 2021.

Seperti yang banyak diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelum pandemi Covid – 19 selama ini betah bergerak di kisaran 5%. Terakhir, ekonomi 2020 malah mengalami minus sebesar -2,07%.

Didik juga menjelaskan berbagai investasi yang masuk ke Indonesia harus diarahkan pada sektor industri.

Dengan begitu maka akan membuahkan nilai tambah dari pembuatan produknya sehingga negara bisa mendapatkan sumber pendapatan sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih masif.

Tak berhenti sampai di situ saja, hasil dari produk itu juga kemudian bisa diekspor. Proses ekspor produk ini juga harus dilakukan secara efisien.

“Ketika ekspor, maka upaya efisiensi harus dilakukan oleh pabrik,” tuturnya. Didik menilai bahwa kekuatan ekonomi sebuah bangsa bisa diukur dari hasil produk yang dihasilkan oleh negara tersebut.

Kondisi ini bisa didukung oleh strategi investasi yang berkualitas serta berdaya saing. Lalu industri dan hilirisasi pada sektor – sektor dominan harus dikembangkan.

Walau begitu, berbagai investasi di luar sektor industri disebut bisa dilakukan seperti investor sektor kuliner maupun pariwisata. Karena, investasi itu bisa mendatangkan dolar untuk Indonesia.

“Kalau ada teman-teman Jepang mau investasi restoran, ya nggak apa-apa juga diterima karena itu memasukkan dolar tapi itu bukan inti,” tuturnya.

rustacomrefas

Kembali ke atas